Cara 'Orang Biasa' Beradaptasi dengan AI
- Hilangkan ego dan mulai belajar fundamental serta tools AI dari nol.
- Konsumsi informasi AI setiap hari dan praktekkan langsung dalam workflow.
- Pertahankan cashflow tetap sambil membangun sistem berbasis AI.
- Eksperimen dengan berbagai LLM (Claude, Gemini, ChatGPT) untuk menemukan yang paling cocok.
- Gunakan AI sebagai ‘multiplier’ produktivitas
“Bro, sekarang di kantor serba AI, posisi gw terancam nih…”
Ini adalah kalimat yang makin sering kita denger terutama di kalangan profesional. Dan ini makin memperkuat kebenaran berita tentang perusahaan yang melakukan layoff hingga 40% tim mereka.
Daftar perusahaan besar yang melakukan pengurangan SDM karena perkembangan AI ▼
- Block – PHK 4.000 karyawan karena AI membuat tim kecil lebih produktif (bukan karena masalah finansial).
- WiseTech Global – PHK 2.000 karyawan akibat generative AI meningkatkan efisiensi software engineering.
- Intel – Pangkas 21.000–25.000 karyawan untuk fokus ke produksi chip AI dan efisiensi operasional.
- Livspace – PHK 1.000 karyawan untuk mempercepat transformasi layanan desain berbasis AI.
- Chegg – Pangkas ±45% karyawan karena AI seperti ChatGPT menurunkan traffic dan pendapatan.
- IBM – Proyeksi 7.800 posisi back-office digantikan AI dalam 5 tahun.
- Spotify – Engineer senior hampir tidak menulis kode lagi, tinggal beri instruksi ke AI dan mereka tinggal review
- Big Tech (Microsoft, Google, Meta, Amazon) – PHK ribuan staf untuk realokasi investasi besar ke pengembangan AI.
Bahkan CEO Anthropic dengan tegas menyatakan kalau 6 sampai 12 bulan lagi AI akan ‘sepenuhnya’ menggantikan programmer.
asumsinya…
kalau programmer yang kerjaannya cukup detail bahkan lintas teknologi aja bisa digantikan, gimana dengan kerjaan lain yang lebih sederhana?
Saat ini knowledge itu ‘murah’, kita tinggal buka ChatGPT, tanya hal-hal rumit selevel S1 / S2 / S3 dan mendapatkan jawabannya dalam hitungan detik. Ilmu yang orang butuhkan belasan - puluhan tahun tahun untuk dikuasai, sekarang bisa Anda akses mulai RP 0.
So, what we have to do? gimana kita bisa stay relevan di era AI ini?
Daftar Isi Artikel ▼
1. Turunin ego & belajar lagi
Terima kenyataan! kalau suatu saat AI akan mampu mengerjakan dengan kualitas output yang sama dengan kita.
So, tidak ada alasan, kita harus belajar lagi dengan membuang semua ego. Tidak peduli apakah Anda sudah berpengalaman 7 tahun sebagai Digital Marketer atau 10 tahun sebagai Designer.
Dunia lagi berubah…
sebagai milenial saya bisa merasakan kalau perkembangan AI ini mirip seperti saat internet mulai digunakan secara umum yang akhirnya merubah behaviour banyak orang.
Ada banyak fundamental dan tools AI untuk dipelajari.
2. Konsisten Cari Informasi Setiap Hari
Mulai konsisten mengonsumsi informasi tentang AI, mulai dari video YouTube, artikel, newsletter dkk. Ada banyak ‘orang baik’ di dunia AI yang sharing ilmu mereka secara gratis.
Pastikan newsfeed sosmemu “dihiasai” dengan pengetahuan AI, bukan entertainment only.
Dan lebih penting lagi, jangan cuma jadi konsumen. Pakai informasi itu agar bisa diimplementasikan dalam kehidupanmu sehari-hari baik personal ataupun kerjaan.
3. Punya penghasilan tetap dan cashflow
Yes, ini kontroversial: beda dengan para ‘influencer’ yang menyarankan Kamu untuk resign agar bisa fokus ke bisnis. Don’t!
In this economy yang gak menentu karena perang, inflasi, resesi dll, punya penghasilan tetap itu krusial. Sambil kerja, kamu bisa sidehustle atau membangun bisnis yang di’tenagai’ AI.
AI ini gak selalu hal-hal yang teknikal dan keliatan fancy. Kamu menggunakan AI untuk mempercepat nulis scripting sosmed aja bisa jadi langkah awal untuk memanfaatkan AI.
Pastikan punya penghasilan tetap untuk bertahan hidup. Tabung, investasi, dan jangan diperbudak lifestyle. Stabilitas adalah kunci untuk meminimalisir kesusahan di masa depan.
4. Eksperimen dengan Beberapa Tool AI
Menurutku, perkembangan AI ini terlalu cepat. Aplikasi AI menguasai top chart di Producthunt. OpenAI yang tahun kemarin seperti monopoli perlahan disalip sama Gemini dan Claude. Belum lagi produk-produk China seperti Deepseek, Kiwi dll
So, Bulan pertama, kamu bisa explore berbagai macam LLM dan tools Ai, seperti Claude Code, Gemini, Cursor, Framer, Open Claw, dan lainnya.
Sesuaikan sama kebutuhanmu, pahami gimana cara tools itu bekerja, karena di satu titik kamu hanya pakai beberapa tools aja yang sesuai sama style dan workflowmu.
Saat ini aku sendiri dominan menggunakan…
- Gemini Pro & Flash 3 untuk tugas sehari-hari
- Gemini CLI untuk automation
- Perplexity Pro untuk bantu riset (alternatif gratis Google AI search)
- Claude code untuk tugas yang butuh mikir secara strategis
- IDE Antigravity untuk vibecoding & writing
- Chatgpt untuk pertanyaan ‘remeh temeh’ (biar gak habisin token 😅)
“Jangan cuma ngikutin orang lain. Tes sebanyak yang kamu bisa, pahami cara kerjanya, dan lihat mana cocok sama style dan workflowmu.”
5. Produktivitas & Sistem
— Unknown“Al won’t replace you. Someone using Al will”
Kata ‘produktif’ jadi makin wajib hari ini.
kita gak bersaing dengan AI tapi orang pintar yang menggunakan AI dan makin produktif.
Kamu tidak bisa menjalani hidup tanpa arah. Mulai buat jadwal - kapan waktu bekerja, waktu untuk keluarga, dan waktu untuk diri sendiri.
Kalau belum punya sistem sama sekali, kamu bisa coba pakai MSB - My Second Brain sebagai pondasi awal. Karena MSB itu customable - maka bisa menyesuaikan dengan workflowmu sendiri kedepannya.
6. Skill : Bahan Dasar Optimasi AI
Bangun skill!
Meskipun AI menggantikan banyak hal, tapi experts masih tetap dibutuhkan. Terutama Expert yang terbiasa menggunakan AI!
Jika Kamu seorang editor video, desainer, marketer atau apapun profesinmu, gunakan AI untuk meningkatkan produktifitasm - yang awalnya hanya bisa handle 3 project, dengan AI bisa 6 - 10 project dengan waktu yang sama.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apakah sudah terlambat untuk belajar AI? ▼
Tidak pernah terlambat. Waktu terbaik memulai adalah kemarin, kesempatan berikutnya adalah hari ini. Ai baru saja dimulai, Per tulisan ini di publish, 84% orang di dunia belum menggunakan AI dan hanya < 5% yang benar-benar memaksimalkannya
Justru sekarang adalah waktu terbaik karena LLM & tools semakin matang dan mudah diakses.
Haruskah aku fokus 100% mempelajari AI? ▼
Kalau kamu masih nganggur dan tabungan aman, its oke untuk fokus - ini akan mempercepat. Tapi kalau kamu terbatas waktu dan budget, tetaplah aktivitas seperti biasa. Sisihkan waktu tiap hari untuk belajar AI dan pakai penghasilanmu untuk investasi leher ke atas dan belajar AI.
Bagaimana cara terbaik menggunakan AI? ▼
Gunakan sebagai “multiplier” / pengganda. Gunakan AI sebagai ekstensi dari pengetahuan, pengalaman & skillmu. Sehingga yang awalnya kamu hanya bisa mengerjakan project dalam satu waktu, sekarang bisa 3-4 sekaligus.