Cara Tutup Akun Xendit: Biaya Minimum Rp900rb/Bulan
With all respect, pengalamanku menggunakan Xendit cukup menyenangkan…
Mulai daftar, integrasi, langsung bisa terima pembayaran walau masih personal dan belum badan hukum.
Dulu juga gak banyak pilihan payment gateway yang reliable, CS-nya gercep dan fokus di Asia Tenggara sehingga bisa menerima berbagai macam sistem pembayaran termasuk yg lokal banget seperti QRIS, minimarket, credit card dan bank-bank besar di Indonesia.
Per detik ini sebenarnya aku masih pakai di web kelas.bisnix.com yang akhirnya harus beralih platform ke belajar.bisnix.com
Tapi per 1 Oktober 2026, Xendit update pricing policy-nya, dan buat bisnis kecil atau akun yang jarang dipakai, hitungannya jadi beda banget.
Kenapa Aku Tutup? dan Mungkin Kamu Juga Wajib…
Ada beberapa biaya baru yang berlaku mulai 1 Oktober 2026. Yang paling kerasa:
- Monthly Minimum Fee: USD 50 / ±Rp900.000 per bulan. Kena ke akun yang dormant (nggak ada transaksi 180 hari) atau akun yang tagihan bulanannya di bawah batas minimum. Jadi kalau volume transaksi kamu kecil, tetap bayar segini.
- Xendit Processing Fee. Biaya baru di setiap attempt transaksi, termasuk yang gagal, payout, dan refund.
- Refund makin mahal. Fee transaksi awal nggak dikembalikan, dan refund-nya kena processing fee lagi.
- Chargeback dispute fee. USD 25 (±Rp450.000) untuk kartu, USD 15 (±Rp270.000) untuk metode lokal, menang atau kalah tetap kena.
- Legacy API: USD 250 / ±Rp4.500.000 per bulan kalau kamu masih pakai API versi lama.
Masalah terbesarku adalah Legacy API, kebetulan aku gak punya akses untuk merubah sistem API-ku ke versi yang terbaru. So, bayar 4.5jt /bulan hanya untuk payment gateway jelas gak masuk akal.
Bahkan buat rekan-rekan yang masih ‘UKM’ which is mungkin transaksi belum stabil, kamu harus bayar ±Rp900 ribu /bulan cuma buat “akun tetap hidup”.
Detail lengkapnya bisa kamu cek langsung di halaman resmi: Update to Xendit Pricing Policy. Cek juga email dari Xendit, karena kontrak tiap merchant bisa beda.
Cara Tutup Akun Xendit
Sayangnya nggak ada tombol “hapus akun” di dashboard. Prosesnya harus lewat tim support.
1. Beresin dulu saldo dan tagihan
Tarik semua saldo, lunasi tagihan yang masih ada, dan pastikan nggak ada transaksi yang masih diproses atau chargeback yang belum selesai. Kalau masih ada, penutupan akun bisa ditunda.
2. Isi surat permohonan penghapusan akun
Download template di bawah, lalu isi:
- Nama badan usaha, email terdaftar, Business ID (BID), alamat lengkap
- Data perwakilan berwenang: nama, nomor KTP/paspor, telepon, email
- Tanggal dan tanda tangan
3. Hubungi Xendit
Pilih salah satu:
- Email ke [email protected] dengan subjek misalnya “Permohonan Penghapusan Akun – [Nama Bisnis] – [BID]”, lalu lampirkan suratnya
- Atau lewat live chat di dalam dashboard Xendit
4. Tunggu proses verifikasi
Penutupan akun diproses dengan masa pemberitahuan 30 hari sesuai perjanjian. Jadi jangan mepet, makin cepat diajukan makin baik.
Download Template Surat
Download: Template Surat Tutup Akun Xendit (.docx)
Tinggal isi bagian yang kosong, tanda tangan, kirim.
Simpelnya: kalau transaksi kamu di Xendit kecil atau jarang, mulai sekarang ada biaya minimum ±Rp900 ribu/bulan. Kalau nggak sepadan, beresin saldo, isi surat, kirim ke [email protected], dan tunggu 30 hari.